Jumat, 05 April 2019

Puisi " RIndu Ibu"

 

PUISI " RINDU IBU" 

 

 

Jauh dirantau dari pangkuan IBU...
Belai sayang lama menunggu
Siang malam rindu bertemu...

 

Walaupun berat rasa ditahan
Mengais rezeki di perantauan negara sendiri...
Banyak resiko yang menekan
Nasib tak untung terbentur urusan...

 

Anak rantau di negeri seberang
Berbondong-bondong berpetualang...


Mencoba untuk mengejar peluang
Demi mendapat lembaran uang...

 

Mengapa jauh di negeri orang
Katanya menjanjikan hidup senang
Kenyataan berbeda yang dibayang
Perlakuan kasar dari induk semang...

 

Ayam mati di lumbung padi...
Ungkapan itu tak akan terjadi
Tak usah pesimis berkecil hati
Miskin dhuafa siap disantuni...

 

Karya : M. JIHAD, S.H  

 

Puisi " KAMPUNG HALAMAN ku "

 


Hamparan padi, Lambaian Pohon Kelapa, Gunung Raung,

 Tuban Desa, Sumber...

Hidup, nun jauh di negeri perantauan , terkadang membuat ku rindu kampung halaman...


Apalagi, saat lelah di tengah letih perjuangan...

Indahnya arsitektur romawi gedung-gedung bersejarah di daratan eropa, tak mampu menghapus...


Kerinduan ku akan kepolosan wajah ayu kampung halaman ku...

Megahnya gedung-gedung modern pencakar langit, di kota pusat peradaban dunia ini, 

     Tak mampu mengobati kangen hatiku pada kebersahajaan dan keaslian pemandangan gunung dan sawah..


  Di Kampung Halamanku...

Betapa pun cantik dan tampanya, manusia-manusia bergaya hidup tinggi di kota ini,
               tak mampu meluruhkan rindu melihat keluguan dan kepolosan wajah-wajah para petani di kampung halaman ku...

 

Kampung halaman ku,...


Kaulah penyuluh ku, di kala semangat ku mulai redup di perantauan...


Kampung Halaman ku,
Doakanlah ku cepat kembali, setelah kutuntaskan semua pedih perjuangan ini...


Kepada mu, aku akan mengabdi, suatu saat di hari tua nanti...

 

Titip rindu ku, untuk hamparan padi, nyiur pohon kelapa, sawah, gunung, dan
gemercik air sungai di kampung halaman ku...

 

Karya : M. JIHAD, S.H 

Puisi " Kampung Halamanku di TUBAN "

 

Puisi " Kampung Halamanku di TUBAN "

 

Halamanku.Tuban... 


Di tengah hingar-bingar kehidupan di kota besar
Pada ujung senja ‘Ku tatap langit yang kian memerah...


Gedung-gedung yang menjulang
Mengingatkanku pada tebingtebing yang indah oleh lukisan dedaunan...

 

Tuban …
Di sebuah desamu aku dilahirkan
Oleh tanahmu aku dibesarkan...


Bentang sawah dan ladang...
Dengan lekuklekuk indah pematangnya
Di situlah kulalui hari bersama bocahbocah penggembala...

 

Tuban …
Kini di rantau orang
Slalu ‘Ku rindukan kedamaian hidup di tanah kelahiran...


Kampung halaman yang menyimpan kenangan...
Dudukduduk di atas tumpukan jerami
Memandang hilir-mudik para petani memanen padi...

 

Oh, Tuban …
Lekulekuk pantai indahmu
Laksana perawan yang bersolek menyambut sang pujaan...


Damaimu, pesonamu, membuatku semakin rindu...
Rindu kota kecilku, rindu tanah kelahiranku


Rindu pada kampung 

Di Tuban...

 

 

  Karya : M. JIHAD, S.H 


Puisi " Nasib Anak Rantau Di Negeri Sendiri"

Puisi " Nasib Anak Rantau Di Negeri Sendiri"

 

 

NASIB ANAK RANTAU...

Di malam yg dingin ini

aku teringat akan kampung ku...

 

kampung tempat orangtuaku...

 

kampung tempat tinggalku

kampung yg tersimpan...

 

Sejuta kenangan...

ini lah nasibku

Nasib jadi anak rantau...

 

Yang jauh dari sanak keluarga...

 

Inilah nasibku...

 

Nasib hidup sendiri....

Di kota orang

inilah nasibku....

 

Nasib anak orang tak punya...

yang jauh dari kemewahan

dicela,dihina,dimaki...

 

Ini lah sarapanku...

 

 Karya : M. Jihad, S.H 

Puisi " Rindu Kampung Halaman "

 

Puisi " Rindu Kampung Halaman " 


 

Kala senja datang menghampiri bumi

Kegelapan pun datang dengan sendiri

Kesejukan udara meniup rambut helai demi helai...

 

Keramain berubah menjadi sepi dan sunyi

Hanya terlihat percikan mentari yang membenamkan diri

Tiada terasa air mata pun ikut membasahi bumi...

 

Kala jiwa teringat tanah kelahiran

Kala hati rindu akan kampung halaman...

 

Begitulah nasib anak rantau kala siang akan berganti malam

Seakan hidung tertusuk sembilu yang tajam

Hidup dirantau bukanlah senang dalam berjuang....

 

Kadang makan kadang hanya sarapan kacang

Kadang nyanyian perut kosong yang dibawa untuk bertangang...

 

Begitulah rintanggan yang harus di hadang...

Laksana para pejuang yang kelaparan dalam berperang

Hidup dirantau seperti anak tak bertuan

Tiada orang yang perduli kala sakit menyerang badan...

 

Hanya isak tangis menjadi teman dibawah remang cahaya bulan

Begitu pilu badan di atas tikar pandan yang dianyam tangan...

 

Begitulah nasib badan yang malang

Bagaikan kerbau yang terjepit di kandang...

 

Kurus badan hanya tinggal tulang

Demi mencari uang untuk membayar hutang

Hutang nyawa terhadap orang tua...

 

 Karya : M. Jihad, S.H 

 

Puisi "IBU"

 

Puisi " Melahirkan Aku " 

 

 

Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku

Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya 

cintamu...

Sampai menjadi abu sekalipun...

 

Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu

Engkau terlalu besar berkorban untukku...

 

Wahai ibu maafkan aku...

Aku berbuat salah...

Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku...

 

Aku minta maaf ibu...

Engkau adalah segalanya untukku

Gunung uang tidak akan bisa membelimu

Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu...

 

Ibu jika nanti aku sukses...

 

Aku berjanji akan membahagiakanmu...

Tidak akan aku biarkan hidupmu merana

Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku...

 

Karya : M. Jihad, S.H

Puisi " Oh, I B U "

 Puisi " I B U "


Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa

 

Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

 

Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

 

Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

 

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

 

Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan adik sama ibuku yang tak pasti


Hidup ini terasa sangat membingungkan

ooh, ibu.... 


Karya : M. Jihad, S.H